Indonesia Dikucuri Uang Hingga 2 Miliar Dolar AS Asal Normalisasi dengan Israel

  • Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan disambangi pengusaha kelas kakap asal Amerika Serikat (AS) Adam Boehler.(Foto: Suara.com/Fadil)

TERASNTB.ID — Pemerintah Amerika Serikat (AS) menjanjikan akan mengucuri dana 1-2 miliar dolar Amerika Serikat asalkan mau melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.

Permintaan pemerintas AS itu disampaikan CEO US International Development Finance Corporation (DFC) Adam Boehler, seperti dilansir media Israel, The Jerusalem Post, edisi Rabu, 23 Desember 2020.

DFC merupakan badan baru pemerintah Amerika Serikat yang mengkonsolidasikan dan memodernisasi Overseas Private Investment Corporation (OPIC) dan Development Credit Authority (DCA) di bawah Badan Pembangunan Internasional AS (USAID).

Dalam berita dengan ilustrasi foto shalat Idul Adha di Masjid Al Azhar Jakarta (31/7/2020) itu, Boehler menyatakan sudah menyiapkan bantuan dana 1 hingga 2 miliar dollar jika Indonesia bersedia normalisasi hubungan dengan Israel.

“Kami sedang berbicara dengan mereka (Indonesia) tentang hal itu. Kami akan senang untuk mendukung lebih banyak secara finansial dari yang kami lakukan sekarang,” kata Boehler, dilansir Teraslampung.com dari situs The Jerusallem Post, Kamis (24/12). Pernyataan Boehler sebelumnya dilansir Bloomberg.

Pernyataan Boehler memicu spekulasi bahwa Indonesia bisa menjadi negara kelima yang melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.

CEO US DFC ini telah beberapa kali ke Jakarta dan bertemu Menteri Koordinator (Menko) Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan khusus membicarakan soal Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) yang akan dibentuk oleh pemerintah Indonesia pada di pertengahan Januari 2021.

Sebelumnya pejabat Israel dan AS telah sering berbicara tentang kesepakatan tambahan, hingga sebelum minggu-minggu terakhir Donald Trump meninggalkan Gedung Putih pada 20 Januari 2021.

Terkait isu tersebut, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, menyatakan Indonesia tidak ada niat Pemerintah berdiplomasi dengan lsrael.

“Hingga saat ini tidak terdapat niatan Indonesia untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel,” tegas Retno Marsudi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu pekan lalu.

Retno menegaskan Indonesia tetap berpegang teguh pada kesepakatan internasional dan undang-undang yang diamanatkan.

“Dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina berdasarkan dua state solution dan parameter internasional lain yang telah disepakati secara konsisten akan tetap dijalankan,” kata Retno.

teraslampung.com

  • Bagikan