Terkait PPKM Darurat, Kemenag Segera Revisi Edaran Iduladha

  • Bagikan
Menag Yaqut Cholil Qoumas
Menag Yaqut Cholil Qoumas

TERASNTB.ID — Terkait dengan diberlakukannya Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Kementerian Agama (Kemenag) akan segera merevisi edaran penyelenggaraan Iduladha, disesuaikan dengan kebijakan PPKM.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memastikan kesiapan Kementerian Agama dalam menjalankan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Menurut Menag, kebijakan PPKM, tempat ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) ditutup sementara.

“Secara khusus dalam menghadapi Iduladha, kita akan segera lakukan revisi dan sosialisasi SE Pelaksanaan Salat Iduladha dan Pelaksanaan Qurban. Ini disesuaikan dengan PPKM,” kata Menag di Jakarta, Kamis (1/7/2021).

Untuk sekolah dan madrasah, lanjut Menag, seluruh kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online/daring. Fasilitas umum, misanya area publik, taman umum, tempat wisata umum, dan area publik lainnya juga ditutup sementara.

“Tidak benar rumah ibadah di tutup, sementara sektor pariwisata dibuka,” tandasnya.

Menag menambahkan, kebijakan PPKM diterapkan sebagai upaya menurunkan penambahan kasus konfirmasi harian kurang 10ribu per-hari. Nantinya akan dilakukan pengetatan aktivitas untuk beberapa sektor kegiatan.

Misalnya, dilaksanakan 100% Work From Home untuk sektor non esensial dan 50% untuk sektor esensial. Cakupan sektor esensial adalah keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina, serta industri orientasi ekspor.

  • Bagikan